Kamis, 21 Januari 2010

Analisis Sumber & Penggunaan Dana Pada Perusahaan

ANALISIS SUMBER & PENGGUNAAN DANA PADA PERUSAHAAN

1. LATAR BELAKANG MASALAH

Di dalam suatu perusahaan, manjemen selalu dihadapkan pada masalah bagaimana mempergunakan dana yang ada dengan sebaik-baiknya, jadi berkaitan dengan PENGGUNAAN DANA agar sasaran perusahaan bisa dicapai dan bagaimana mendapatkan dana tambahan untuk memenuhi kebutuhan dan peluang (opportunity) yang dihadapi perusahaan, jadi lebih berkaitan pada SUMBER DANA.

Oleh karena itu sebagai pelengkap laporan keuangan kita sebaiknya menyusun pula LAPORAN SUMBER dan PENGGUNAAN DANA (SPD). Dengan demikian kita bisa mengetahui apakah perusahaan sedang berkembang atau mengalami masalah dalam dana. Disamping itu kita bisa mengetahui bagaimana manajemen selama suatu periode mempergunakan dana perusahaan dan dari mana saja dana itu didapatkan.





2. PERUMUSAN MASALAH

Dalam kesempatan ini Kita akan membahas SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA sebagai pelengkap dari laporan keuangan yang terdiri dari Neraca, Laporan Rugi/Laba dan Ikhtisar Laba Yang Ditahan. Kita semua tahu bahwa di dalam manajemen mengelola perusahaan pasti memerlukan dana dan manajemen ingin mengetahui posisi perusahaan apakah sedang berkembang atau akan kesulitan dana dimasa mendatang. Agar kesulitan dana yang akan datang dapat diantisipasi sedini mungkin maka perusahaan selalu melihat pada laporan Sumber dan Penggunaan Dana.

Dalam kesempatan ini kita akan membahas antara lain :

I. SUMBER dan PENGGUNAAN DANA.

II. PRINSIP PEMBELANJAAN.

III. LAPORAN SUMBER dan PENGGUNAAN DANA.




3. PEMBAHASAN



I. SUMBER dan PENGGUNAAN DANA.

Kalau kita melihat posisi keuangan perusahaan pada satu periode (Neraca) maka jelaslah bahwa :



1. Dana yang diperoleh perusahaan pertama-tama berasal dari investor/pemilik, dan dinamakan modal. Selain itu dana diperoleh juga dari kreditur, yang dinamakan utang. Jadi sisi kredit pada Neraca menyatakan sumber dana pada satu saat.

2. Dana yang dimiliki perusahaan, baik dari investor maupun kreditur dipergunakan untuk memiliki tanah, gedung, peralatan kantor, barang dagangan, untuk bisa memberi kredit (piutang) dan mempunyai uang kas secukupnya untuk keperluan sehari-hari. Jadi dana digunakan untuk memiliki harta perusahaan (penggunaan dana).



Sehingga jelaslah bahwa seorang manajer keuangan bertanggung jawab akan :

1. Keputusan Pembelanjaan.

Yaitu keputusan-keputusan yang harus diambil berkenaan dengan sumber dana yang dibutuhkan perusahaan, dengan mengingat agar resiko keuangan yang dihadapi minimal.

2. Keputusan Investasi.

Yang berkaitan dengan pengaturan penggunaan dana agar resiko usaha yang dihadapi minimal (investasi di sini tak hanya meliputi harta tetap, namun juga harta lancar).

3. Keputusan Operasi.

Yaitu bagaimana dana yang diperlukan perusahaan dapat terpenuhi (LIKUIDITAS) dan bagaimana dana tersebut dioperasikan untuk mencapai sasaran perusahaan (PROFITABILITAS).



Jadi untuk mengetahui dari mana saja Sumber Dana perusahaan berasal dan untuk apa saja dana dipergunakan (Penggunaan Dana) selama satu periode, kita bisa melihatnya dengan membandingkan neraca awal periode dengan neraca pada akhir periode.



SUMBER DANA berasal dari :

- Laba.

- Tambahan mobal.

- Tambahan utang.

- Penyusutan dan lain-lain biaya non kas.

- Pengurangan harta lancar.

- Penjualan harta tetap.



PENGGUNAAN DANA adalah transaksi-transaksi yang menyebabkan :

- Kerugian.

- Pembagian Deviden.

- Berkurangnya modal.

- Berkurangnya utang.

- Bertambahnya harta lancar.

- Bertambahnya harta tetap.



Dari penjelasan diatas dapat dibuat skema Sumber dan Penggunaan Dana :

Harta Lancar

Harta Tetap Utang Lancar

Utang Jk Panjang

Modal : - Laba

- Laba ditahan

Sumber Dana -- +

Penggunaan Dana + --



II. PRINSIP PEMBELANJAAN.

Secara prinsip seyogyanya kebutuhan dana untuk jangka pendek sebaiknya dipenuhi dengan sumber dana jangka pendek dan BEGITU JUGA SEBALIKNYA kebutuhan dana untuk jangka panjang sebaiknya dipenuhi dengan sumber dana jangka panjang. Hal itu dilakukan dengan pertimbangan agar likuiditas tidak terganggu dan dana dapat digunakan seoptimal mungkin agar profitabilitas perusahaan bisa tercapai dengan optimal.

Apabila dana jangka pendek dibelanjai oleh sumber dana jangka panjang, yaitu dengan :

1. Utang jangka panjang

Maka bisa menimbulkan dana menganggur (idle), sehingga biaya modal meningkat.

2. Menjual sebagian harta tetap.

Maka akan menganggu operasional perusahaan.

3. Menambah modal dari investor.

Hal ini akan mengakibatkan pembagian deviden meningkat.



Begitu juga sebaliknya apabila kebutuhan dana jangka panjang dipenuhi dengan sumber dana jangka pendek akan berpengaruh, kita ambil contoh yaitu dengan menambah utang jangka pendek maka akan berakibat antara lain nantinya akan timbul gali lobang tutup lobang dan disamping itu biaya pinjaman atau bunga tinggi karena pinjamannya jangka pendek.



III. LAPORAN SUMBER dan PENGGUNAAN DANA.

Ada beberapa macam dan bentuk laporan Sumber dan Penggunaan Dana, antara lain :

1. Laporan Sumber & Penggunaan Dana – (Perubahan Neraca).

Laporan ini disusun dengan membandingkan semua pos-pos pada neraca awal periode dengan neraca akhir periode.

2. Laporan Sumber & Penggunaan Dana - (Berdasarkan Transaksi).

Laporan SPD berdasarkan perubahan neraca diatas mempunyai kelemahan yaitu kurang memberi penjelasan akan apa yang sesungguhnya terjadi selama periode tersebut. Kita bisa memperjelas dengan mengikutkan transaksi pokok yang terjadi selama periode tersebut dan sekaligus bisa memisahkan antara yang jangka pendek dengan yang jangka panjang.

3. Laporan Sumber & Penggunaan Dana – (Modal Kerja).

Untuk laporan SPD berdasarkan modal kerja ini kita memusatkan perhatian pada modal kerja. Dari laporan ini akan terlihat perubahan komponen modal kerja dalam satu periode. Komponen modal kerja Aktiva dikurangi komponen modal kerja Passiva.

4. Laporan Sumber & Penggunaan Dana – (Kas).

Bentuk dari laporan ini memfokuskan perhatian pada arus kas yang dihasilkan dari operasional perusahaan dan terlihat digunakan untuk apa saja dana tersebut. Untuk lebih jelasnya bentuk dari laporan ini adalah sebagai berikut :

PT. ABC

LAPORAN SUMBER & PENGGUNAAN DANA

TAHUN XXXX



ARUS KAS OPERASI

Laba Bersih Rp. x

( + ) Penyusutan Rp. x

Dana Intern Rp. xx



( + ) Tambahan Utang dagang Rp. X

( + ) Tambahan Utang bunga Rp. X

( + ) Tambahan Utang lain-lain Rp. X

( - ) Tambahan Piutang Rp. X

( - ) Tambahan Persediaan Rp. X

( - ) Angsuran Utang Pajak Rp. x

Penambahan Modal Kerja selain Kas/Bank Rp. xx

Jumlah Arus Kas Operasi Rp. xx



ARUS KAS KELUAR WAJIB

( - ) Angsuran Kredit Investasi Rp.(xx)

Kas tersedia untuk kebutuhan strategis Rp. xx



ARUS KAS KELUAR STRATEGIS

( - ) Tambahan Bangunan Rp. x

( - ) Tambahan Mebel & Peralatan Rp. X

( - ) Tambahan Kendaraan Rp. x

( - ) Pembagian Deviden Rp. x

Rp.(xx)

( = ) Kas sebelum dana ekstern Rp. xx

ARUS KAS MASUK EKSTERNAL

( + ) Penjualan Obligasi Rp. x

PERUBAHAN KAS & BANK Rp. xx



Dari laporan tersebut diatas akan kami ulas masing-masing dari type-type arus kas perusahaan antara lain :



ARUS KAS OPERASI

Arus kas operasi adalah merupakan kegiatan perusahaan sesungguhnya yang terdiri atas pengadaan barang (pembelian barang dagangan pada perusahaan dagang, pembelian bahan baku dan produksi pada perusahaan industri) dan penjualan barang tersebut.

Jadi arus kas yang berkaitan dengan operasional atau kegiatan ini yang dinamakan Arus Kas Operasi. Seyogyanya arus kas operasi ini positif, kalau tidak apalah gunanya melakukan kegiatan usaha.



ARUS KAS KELUAR WAJIB

Yaitu arus kas keluar yang tidak dapat dihindari perusahaan atau yang wajib dikeluarkan sesuai dengan komitmen perusahaan (misalnya pembayaran utang bank, pembayaran deviden) yang telah diputuskan pada waktu lampau. Apabila arus kas wajib ini jumlahnya besar, merupakan resiko yang cukup serius bagi perusahaan.



ARUS KAS KELUAR STRATEGIS

Adalah arus kas keluar yang besarnya dipengaruhi keputusan manajemen sekarang, biasanya ditujukan untuk kepentingan masa depan perusahaan untuk keperluan strategis atau ekspansi perusahaan di masa datang (misalnya pembelian harta tetap antara lain Tanah, Mesin-mesin dan Peralatan).



ARUS KAS MASUK EKSTERNAL

Yaitu arus kas masuk yang berasal dari penjualan saham baru, dari pinjaman. Pilihan antara penjualan saham dan pinjaman tentunya mempunyai akibat pada masa depan, misalnya bertambahnya pinjaman berarti arus kas keluar wajib akan meningkat untuk pembayaran angsuran.



Saldo dari keempat macam arus kas ini sama dengan perubahan kas :

ARUS KAS DARI OPERASI

- ARUS KAS KELUAR WAJIB

- ARUS KAS KELUAR STRATEGIS

+ ARUS KAS MASUK EKSTERNAL

= PERUBAHAN KAS

4. PENUTUP

Dari pembahasan diatas seorang manajer bisa melihat bahwa Analisis Sumber dan Penggunaan Dana ini selain bisa dipergunakan untuk melihat masa lalu, juga bisa untuk melihat masa yang akan datang. Dalam hal ini bentuk Laporan Sumber dan Penggunaan Dana – (Kas) yang paling bisa memberi informasi atau gambaran mengenai seluruh kegiatan arus kas perusahaan.


5. LITERATUR

J. Fred Weston dan Thomas E. Copeland “Manajemen Keuangan”

Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dari PPM Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar