Kamis, 21 Januari 2010

Sistem Informasi Pemasaran

SISTEM INFORMASI PEMASARAN

I. PENDAHULUAN

Pemasaran adalah merupakan ujung tombak perusahaan, karena maju tidaknya suatu perusahaan itu tergantung dari hasil pemasarannya. Pemasaran merupakan area fungsional pertama yang menunjukkan minal pada SIM. Setelah konsep SIM muncul, maka para pemasar segera menyesuaikannya ke area aplikasi mereka dan menyebutnya Sistem Informasi Pemasaran.



II. PERUMUSAN MASALAH

Dalam kesempatan ini hal-hal yang berkaitan dengan Sistem Informasi Pemasaran antara lain subsistem Input dan subsistem output. Subsistem input merupakan subsistem yang berperan untuk mengumpulkan data dan informasi dari dalam perusahaannya dan dari lingkungannya. Sedangkan subsistem output disini mengerahkan kepada kebutuhan informasi dari empat bauran pemasaran. Hal-hal yang berkaitan dengan Sistem Informasi Pemasaran tersebut adalah :
1. Sistem Informasi Akuntansi
2. Subsistem Penelitian Pemasaran
3. Subsistem Intelejen Pemasaran
4. Database
5. Subsistem Produk
6. Subsistem Tempat
7. Subsistem Promosi
8. Subsistem Harga
9. Subsistem Bauran Terintegrasi


III. PEMBAHASAN

Banyak orang berpikir mengenai pemasaran dalam arti yang sempit seperti hanya mencakup penjualan dan periklanan. Namun para pemasar mendefinisikannya sangat luas yaitu satu definisi menyatakan bahwa pemasaran terdiri dari kegiatan perorangan dan organisasi yang memudahkan dan mempercepat hubungan pertukaran yang memuaskan dalam lingkungan yang dinamis melalui barang, jasa dan gagasan. Dari pandangan ini menunjukan luasnya permasalahan yang harus dipecahkan oleh manajer pemasaran, demikian pula luasnya informasi yang diperlukan untuk memecahkan permasalahan yang ada tersebut.

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Pemasaran berperan penting dalam SIA perusahaan dengan menyediakan data pesanan penjualan. Data dan informasi dari bagian pemasaran digunakan untuk menyiapkan informasi dalam bentuk laporan periodik dan khusus serta data untuk model matematika dan sistem pakar. Laporan periodik ini diharapkan oleh manajer untuk bisa mengidentifikasi produk yang laku dan yang tidak laku. Laporan khusus ini mengarah kepada analisis penjualan unit produk. Sedangkan data untuk model matematika dan sistem pakar ini digunakan untuk memperkirakan dampak perubahan harga terhadap profit.
Kuncinya adalah jika perusahaan tidak memiliki SIA yang baik, perusahaan tidak dapat berharap untuk menyediakan informasi yang baik untuk para pemecah masalah.

SUBSISTEM PENELITIAN PEMASARAN
Penelitian pemasaran dapat digunakan untuk mengumpulkan segala jenis informasi, tetapi sebagian besar kegiatan ditujukan pada pelanggan dan calon pelanggan. Terdapat dua jenis data yang dikumpulkan yaitu data primer dan sekunder. Data primer itu adalah melakukan penelitian secara langsung kepada sejumlah orang dengan pertanyaan yang sama melalui wawancara pribadi, telepon atau surat. Sedangkan untuk data sekunder itu merupakan data tambahan dan tersedia dalam bentuk disket, label tempel dan kartu indeks. Data sekunder ini dapat diperoleh dari perpustakaan dan bisa mengurangi waktu pengumpulan data karena data yang dibutuhkan mungkin sudah ada di dalam literatur yang lain.
Teknik penelitian pemasaran lainnya adalah pengamatan, baik pengamatan perilaku tertentu atau mencari bukti bahwa hal itu terjadi. Peneliti pemasar sering mencatat plat nomor mobil di tempat parkir pusat pembelanjaan untuk menentukan seberapa jauh orang itu mengemudi. Adakalanya juga seorang peneliti memeriksa tempat sampah orang untuk memperoleh data produk apa saja yang mereka beli.

SUBSISTEM INTELEJEN PEMASARAN
Setiap area fungsi perusahaan bertanggung jawab untuk menghubungkan perusahaan dengan elemen-elemen tertentu di lingkungan. Pemasaran itu sendiri mempunyai tanggung jawab utama kepada pelanggan dan pesaing.
SIA mengumpulkan data pelanggan dan subsistem intelejen pemasaran mengumpulkan data pesaing. Subsistem intelejen pemasaran ini bertugas untuk memata-matai perusahaan lain.

Banyak para pengusaha yang ingin mengetahui data dari pesaing mereka. Namun persaingan global yang meningkat telah mengubahnya secara dramatis. Kini pengumpulan data, penyimpanan dan penyebaran informasi persaingan merupakan aplikasi komputer yang penting di banyak perusahaan. Informasi yang dikumpulkan disebut intelejen. Ada llima tugas-tugas dasar intelejen yaitu :

- Mengumpulkan Data.
Perusahaan mungkin mendapatkan data primer dan data sekunder. Banyak data sekunder yang tersedia seperti data yang menjelaskan penjualan pasar swalayan dan toko obat, dan data itu dikumpulkan oleh suatu organisasi penelitian.

- Mengevalasi Data
Memeriksa data baik primer maupun sekunder untuk memastikan kebenaran dan akurasi data tersebut.

- Menganalisis Data
Jarang data dapat menjelaskan secara menyeluruh Menganalisa seluruh data yang ada agar dapat menjelaskan secara menyeluruh. Tujuan dari langkah analisis ini adalah untuk mengubah data menjadi intelejen.

- Menyimpan Intelejen
Jika intelejen dibeli dalam bentuk piringan optik atau tersedia on-line, memasukkannya ke dalam komputer tidak masalah. Intelejen harus disimpan sedemikian rupa sehingga memudahkan pengambilan kembali.

- Menyebarkan Intelejen
Suatu pendekatan canggih untuk penyebaran adalah menyiapkan suatu profil intelejen bagi tiap pemakai, yang menjelaskan dalam bentuk kode topik intelejen yang ingin dipantau oleh pemakai. Profil ini dimasukkan dalam komputer, dan saat sepotong intelejen yang datang cocok dengan profil, intelejen itu disediakan bagi pemakai tersebut. Teknik ini disebut dengan penyebaran informasi terpilih. Informasi ini hanya tersedia bagi mereka yang berminat.

SUBSISTEM PRODUK
Produk biasanya merupakan unsur pertama yang dijelaskan dalam bauran pemasaran. Tugas dari seorang manajer pemasaran adalah mengembangkan strategi dan taktik untuk tiap unsur dalam bauran pemasaran dan kemudian mengintegrasikannya menjadi suatu rencana pemasaran secara menyeluruh. Berbicara masalah produk, hal ini tidak lepas dari suatu kerangka yang disebut siklus hidup produk yang menelusuri penjualan suatu produk mulai dari perkenalan, perkembangan, dewasa dan penurunan.

Subsistem ini dapat membantu tugas seorang manajer pemasaran dalam membuat keputusan-keputusan berorientasi produk. Periode pertama mendahului perkenalan produk, saat dibuat keputusan apakah akan mengembangkan dan memasarkan produk. Periode kedua mencakup waktu saat berbagai strategi perlu dipertimbangkan untuk membuat penjualan tetap berjalan. Periode terakhir adalah selama terjadinya penurunan, saat penghapusan produk merupakan suatu alternatif.

SUBSISTEM TEMPAT
Unsur tempat dalam bauran pemasaran ini adalah merupakan saluran distribusi yang digunakan oleh perusahaan untuk menyalurkan produknya ke konsumen. Suatu produk sampai ke tangan konsumen itu bisa melalui saluran pendek, misalnya melakukan penjualan langsung ke konsumen dan saluran panjang misal hasil pertanian, perkebunan untuk sampai di pasar swalayan melalui berbagai proses.

Tiap anggota saluran harus mengetahui rincian arus produk sehubungan dengan peran mereka dalam proses distribusi. Misalnya peruhasaan manufaktur harus mengetahui tingkat harga yang akan dibeli pedagang besar, tingkat harga yang dibeli pengecer dari pedagang besar, dan tingkat harga yang akan dibeli konsumen dari pengecer. Merupakan suatu kesalahan jika perusahaan manufaktur terus memproduksi produk yang hanya akan macet dan terkumpul di tingkat pengecer.

SUBSISTEM PROMOSI
Satu area promosi tempat komputer dapat diterapkan adalah komunikasi wiraniaga. Jika perusahaan ingin melengkapi tenaga penjualannya dengan cara komunikasi yang fleksibel, hal ini dapat dicapai dengan komputer mikro portable. Para wiraniaga membawa komputer potable saat mereka menjelajahi wilayahnya dan menggunakannya untuk :

- Bertanya pada database untuk menjawab pertanyaan yang diajukan konsumen tentang produk yang ingin dibeli-ketersediaan, harga biaya pengiriman dan sebagainya.
- Memasukkan data pesanan penjualan ke dalam sistem pemasukan pesanan.
- Menyerahkan laporan panggilan yang mengikhtisarkan tiap panggilan penjualan, menspesifikasikan siapa yang dihubungi, apa yang dibahas, apa tujuan penjualan selanjutnya, dan sebagainya. Dengan mudah laporan panggilan dapat dirancang sehingga memuat ruang untuk mencatat intelejen persaingan. Kenyataannya laporan dapat dirancang sehingga berbagai jenis intelejen dapat dikumpulkan dari satu bulan ke bulan selanjutnya, bervariasi dengan kegiatan kompetitif.

Saat menejemen pemasaran memutuskan untuk menerapkan sistem komunikasi elektronik tersebut, para wiraniaga perlu mengerti bagaimana penjualan mereka akan meningkat. Misalnya sistem dapat memberikan bagi wiraniaga informasi tentang calon pelanggan baru, informasi tentang konsumen yang ada seperti pola historis dari pembelian terdahulu, dan informasi tentang produk yang paling menguntungkan untuk dijual, dengan mempertimbangkan juga faktor faktor seperti tingkat komisi, bonus dan kontes.

Semua informasi ini memungkinkan wiraniaga melakukan tugasnya dengan lebih baik. Semua orang merasakan keuntungannya dari sisi wiraniaga meningkatkan komisinya dan dari sisi perusahaan meningkatkan penjualannya dan konsumen menerima pelayanan yang lebih baik.

SUBSISTEM HARGA
Beberapa perusahaan menggunakan penentuan harga berdasarkan biaya dengan menentukan biaya-biaya mereka dan menambahkan keuntungan yang diinginkan. Pendekatan ini bersifat agak hati-hati. Anda mendapatkan keuntungan yang diharapkan saat menjual produk tersebut, tetapi ada kemungkinan bahwa konsumen akan membayar lebih.

Jika perusahaan mempunyai SIA yang baik, maka ketersediaan data biaya yang akurat membuat tugas subsistem harga menjadi mudah untuk menentukan harga berdasarkan biaya.

Sedangkan penentuan harga yang kurang berhati-hati adalah penentuan harga berdasarkan permintaan yang menerapkan harga sesuai dengan nilai yang ditempatkan oleh konsumen terhadap produk. Kunci pendekatan ini adalah memperkirakan permintaan yang tepat. Ini memerlukan pemahaman yang baik tentang konsumen serta pasar, termasuk keadaan ekonomi dan persaingan.

SUBSISTEM BAURAN TERINTEGRASI
Subsistem bauran ini mendukung manajer saat unsur-unsur bauran pemasaran dikombinasikan untuk membentuk strategi tertentu. Ini dapat dicapai dengan memproyeksikan berbagai kemungkinan hasil dari berbagai kombinasi. Subsistem ini juga merupakan gaubngan dari bauran pemasaran yang kita kenal.


IV. KESIMPULAN DAN PENUTUP

Model sistem informasi pemasaran ini didasarkan pada karya perintis dari beberapa ahli teori pemasaran. Subsistem input meliputi SIA, penelitian pemasaran dan subsistem intelejen pemasaran.

SIA menyediakan input bagi perangkat lunak yang menghasilkan informasi dalam bentuk laporan periodik dan khusus. Penelitian pemasaran menggunakan berbagai teknik pengumpulan data, survei, wawancara mendalam, pengamatan dan percobaan terkendali. Teknologi baru memungkinkan data disimpan di rumah konsumen.

Para pemakai sistem informasi pemasaran adalah meliputi seluruh manajer hanya subsistem yang terkait yang berbeda-beda dari masing-masing fungsional yang ada.


V. DAFTAR PUSTAKA

Raymond McLeod, Jr. alih bahasa Hendra Teguh SE, Ak. “Sistem Informasi Manajemen” (1996) : 182-215.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar